<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/9640075?origin\x3dhttp://nanaworld.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Monday, September 10, 2012

Week 4 Without You

Life has been very hard lately without you by my side. I miss moments of waiting for you to pick me up at the office.  And no matter how late I have to stay, I was there waiting your smile appeared in front of the door.  You took 1,5 - 2 hours driving, I ignored my usual early dinner schedule.  That's how sweet we were :)

But this's the decision I've made that I have to swallow the consequences. 

Labels:

Friday, August 31, 2012

#3 question about you

I wonder... what you were thinking when you decided to tell lie.  Did you believe there's no way I would know?

Labels:

Thursday, August 23, 2012

#2 Question About You

Aku terpaksa harus mengerti kalau untuk saat ini kebersamaan kita sebaiknya tidak diketahui olehnya.  Tapi kalau kebersamaanmu dengannya juga harus disembunyikan dariku, lalu apa bedanya aku dengan dia?

Labels:

Friday, July 06, 2012

#1 Question About You

if you're not for me then why does your name resound in my head?


Labels:

Thursday, April 19, 2012

Being Alone

Sometimes it is not easy to define my status, whether I am single or in relationship :) This's path of life that I have to bear at the moment and I hope it will over soon.  Whatever result I will get I think it doesn't matter anymore.  I only need a clear answer, a resolution.

And at the end if I have to be all alone again, I guess it's alright.  I am not saying that I will not feel sad and desperate and things like that.  Just wanna say that I will face my situation as path that I may have to take and I'll take all responsibilities that come with it.

This is my journey to find my best friend in life.  Because although I came and will leave this world alone, in between, I need someone to rely on.  I need someone with whom I share this life.  I need someone who's available for me just like I am for him.

My journey of search is much difficult and longer compare with other people I know.  It's okay..this's my life not theirs.  As much as I cannot deny that there's always part of me that loving you so much, sunshine.. but at the same time I know something is growing inside of me.  The feeling that telling I should be okay if we're not meant to be together on this life.  That I'll keep you in my heart because if I take you out I am scared I will never be able to heal the scars.

Labels: ,

Saturday, April 14, 2012

Entah Apa Lagi...

Mengapa harapan-harapan ini selalu tumbuh kembali?  Padahal aku terus berusaha untuk berfikir dan bersikap realistis bahwa situasinya sekarang sunguh sangat sulit untukku.  Apa lagi sih yang aku harapkan dari hubungan ini?  Tidak ada kejelasannya, bahkan setiap upaya untuk membicarakan pun selalu ditolak dan pupus saat baru dimulai.

God help, this is too much for me :((

Labels: ,

Friday, April 06, 2012

Remembering What Used to be Good

Sekaleng kerupuk kampung terkadang bisa membawa khayalan terbang sangat jauh.  Memandang foto sekaleng kerupuk kampung, taken by you, made me wish for me to be able to turn back time.  Seandainya waktu bisa diputar, I would make you mine and never let you go.

Tapi kan kita nggak bisa memutar balik waktu untuk memperbaiki peristiwa ya.  Jadi lebih baik saya bersyukur atas kesempatan 1.5 tahun yang diberikan untuk bersamamu.  Kalau memang hanya sepanjang waktu itulah hak saya, I cherish and be grateful for that.  Sekarang ini mungkin saya masih berfikir itu tidak cukup dan tidak adil, tapi mudah-mudahan someday saya akan diberi kesempatan untuk melihat kembali dan menemukan bahwa waktu bersamamu itu sungguhlah periode yang paling pas dan sebaik-baiknya waktu memang harus hanya selama itu.

I really do love you, always...

Labels: ,

Wednesday, February 29, 2012

I (used to) dream about..

Leaving in reality is a must but hard as hell if you know what I mean.  Sometimes I prefer not to believe in reality coz it's harmless.  Of all I dreamed of, most of all I dream about us together, sunshine.  I know from the very beginning we are not qualified to be together given the fact of your circumstances.  But I refuse to stick to facts and let my heart controlling my life.  Even I can feel troubles and heartbroken, I blindly not listen to my inner self.

Do I have any regret about dreaming us together?  Even when I cannot stop tears from falling down, I have to admit that is the best thing I can dream about.   Nothing I wanna change from this beautiful 1 year with you.  There are many times I want to let myself down about us but I just cannot do it.  I guess old habit really die hard.

My mom is going all the way the holly land just to say her special prayer for me not to feel discouraged and be all alone and lonely.  That kills me.  And all I can do is to pray and pray hard asking God whether I can chose both of being realistic and keep my dream alive.  It has been quite a while since my last tears and I cannot help to cry again now.  I am not okay and feeling terribly sad and devastated but cannot scream for help.

Labels:

Tuesday, February 07, 2012

Menghitung Berkat Tuhan - Belajar Bersyukur

Teman saya si bocah bagus itu menuliskan tentang mengisi hidup dengan syukur.  Iya, dia bilangnya begitu.  Sebenernya inti tulisan dia itu adalah sesuatu yang sering banget digembar-gemborkan oleh rubrik perempuan di banyak majalah online dan cetak.  Tapi entah kenapa sekali ini cara dia menuliskan betul-betul menohok ulu hati saya :)

Ambil contoh kehidupan percintaan yang akhir-akhir ini menghabiskan hampir seluruh space di otak saya. Tidak semudah pada saat memutuskan untuk menjalani hidup bersama, ternyata saya harus berjuang habis-habisan untuk bisa bertahan bersama si pacar.  Ya gitulah, berdamai dengan perasaan bersalah kepada diri sendiri ditambah dengan ketidakjelasan sikap dia tentang mau dibawa kemana ini relationship.  Kan nggak mungkin seumur hidup saya bersedia menjadi selingkuhan.  Kalau mau berkonsentrasi dengan hal-hal itu sih mungkin saya sudah depresi berats dan akan merusak aspek2 hidup yang lain.  Tapi saya ingin mencoba melihat dengan perspektif menghitung berkat Tuhan.

Tuhan memberikan saya kesempatan untuk merasakan hal-hal yang seharusnya menjadi hak saya 20 tahun lalu.  Bertemu lagi dengan kamu, sunshine.  Hal-hal absurd yang biasanya hanya terjadi dalam sinetron itu betul-betul terjadi.  Seluruh isi paket perasaan cinta, cemburu, sedih, bahagia, putus asa itu akhirnya kami rasakan sebagai pasangan.  Dan kalau dipikir-pikir, jauh lebih banyak masa indah dan bahagia yang sudah kami jalani bersama.  Saya dan dia adalah dua orang yang hampir selalu berpijak di ground yang berbeda tetapi berbicara dengan bahasa yang sama.  Tidak terhitung argumentasi penting nggak penting yang telah kami lakukan yang karenanya saya menjadi lebih mengenal laki-laki itu dan membuat saya semakin mencinta.

Romantisme sehari-hari kami memang intensitasnya sudah sangat memudar sekarang ini.  Tapi kami pernah mengalaminya dan semua itu selalu muncul kembali dalam ingatan saya.  Pada saat dia belum terlalu sibuk dengan jadwal pekerjaan yang sekarang ini dan saya masih tinggal di Jakarta, saat-saat paling menyenangkan buat saya adalah melihat sebentuk kepala bunder yang tersenyum di luar pintu ruangan kerja di Hang Lekir setiap jam 8 malam atau lebih.  Ya, dia menempuh 2 jam perjalanan menyetir sendirian untuk menjemput pacarnya hampir setiap hari :)

Dan waktu-waktu weekend kami pun cukup berwarna dengan upaya-upaya untuk menyesuaikan diri.  Saya menemani dia berlatih sepak bola ataupun hanya sekedar menonton atau mengatur turnamen futsal.  Dan dia pun dengan rela hati menjemput di tempat saya biasa membatik atau mengantar saya belanja sepatu, atau hal-hal lain yang buat sebagian besar laki-laki adalah kegiatan konyol.  Dan duduk-duduk berdua membicarakan banyak hal, entah di warung kopi, sambil makan di pinggir jalan, atau hanya sekedar iseng semalam suntuk di Ancol pun dengan senang kami jalani.  Semuanya demi mencari kesesuaian dan keseimbangan berdua :)

Kedekatan itu menciptakan pemahaman yang indah dan menumbuhkan kepercayaan.  Bahwa pada saat sedang tidak bersama kami selalu yakin bahwa satu sama lain saling merindukan, ada di hati, dan tidak sabar untuk kembali bertemu.  Entah kemana semangat pengorbanan waktu dan energi itu sekarang pergi.  Sekarang kami hampir selalu mengutamakan hal-hal lain di atas upaya menguatkan kebersamaan.  Rasanya baru kemarin hidup berdua betul-betul terasa tanpa beban ya :)

Tapi apapun yang terjadi sekarang, pada saat saya melihat keseluruhannya, syukur kepada Tuhan yang memberikan kesepatan langka untuk kembali bersama tetap harus saya utamakan.  Tanpa campur tangan-Nya saya tentu tidak akan pernah bertemu kembali dengan laki-laki kecil berponi dahsyat (dulu) yang adalah cowok ranking pertama itu :)

Dan tentunya terima kasih atas satu tahun yang sangat indah ini, sunshine..  Kalaupun kita harus mengakhiri kebersamaan ini, tentunya kita bisa melakukannya dalam keadaan masih sangat saling mencintai ya sayang.  Kita tahu bahwa situasinya cukup sulit sekarang ini dan kita kan nyaris nggak bisa maju.  Jadi memang realistisnya kita harus berhenti.  Tidak akan mudah karena hati ini sudah terlanjur saya serahkan 20 tahun yang lalu kepadamu.  Tapi Tuhan kan selalu memberi berkat yang berlimpah kepada kita berdua, jadi kita harus yakin bahwa ada hal-hal baik yang akan terjadi setelah kita berdua melampaui fase ini.  Tetap optimis ya, karena bagaimanapun situasi kita di masa yang akan datang kita tahu hati kita tidak bisa dipisahkan lagi.  We're perfect for each other and we will still support each other for the rest of our life, loving each other in many different ways :)

Labels: , ,

Sunday, February 05, 2012

.................

..everything feel so right but yet I still have to let you go.  It's sad, it hurts, it crushed my heart into thousands pieces..but I have to be brave and just do whatever it takes to let you fly away.  there's no one like you..there's no one like you..there's no one like you, love..there's nothing like you and me.. 

Labels: , , ,

Saturday, February 04, 2012

Weekend Galau

And again it's a galau weekend.  There is not any significant proof that I am in a relationship, at all.  I think it is clear that he's not that much interested in my life (and myself off course) and yet I kinda hang on to this partnership.  Partnership I said?  Hmmm... I am trying hard to prevent the vanish of US while I don't think he has the same understanding about US.  So talking about continuation of US is a little bit of stupid topic to talk about.  Oh maybe... this is a relationship waiting to sink.

Labels: , ,

Friday, January 13, 2012

Tentang Susahnya Birokrasi Dan Cara-cara Melupakan Dengan Tidur dan Ketiduran

Jadi kemarin adalah hari keempat Si Ikin panas badannya.  Siapakah dia?  Office boy di kantor deh, ribet kan kalo diana nggak berfungsi...  Jadilah kami heboh jaya dari pagi.  Sebenernya sih dia udah ngecek ke klinik kantor hari Selasa lalu tapi katanya waktu itu cuma masalah tekanan darahnya yang drop.  Jadi cuma dikasih obat turun panas, vitamin, sama saran istirahat yang banyak.  Dasar Si Ikin, dia mah tetep aja masuk kerja besokannya sampe akhirnya agak-agak collapse kemaren.

Setelah heboh2 bujuk dia ke RS paginya, akhirnya kita tahu kalo ada dugaan dia kena DBD dan saran terbaik dari para dokter yang kami kontak adalah dirawat aja.  Nah diana rempong deh jadinya karena hari itu harus bantuin kakaknya nyelesein laporan performance appraisal dan sebagainya.  Ribet jaya deh maju mundur gitu mau jalan ke RS.

Kitanya juga menjadi ribet setelah tahu kalo Ikin nggak punya jaminan kesehatan apapun dari tempat kerjanya.  Kami coba ngurus gratis biaya perawatan DBD kayak yang digembar-gemborin sama Bang Kumis, tapi ternyata borikrasinya amit-amit banget.  Secara dia harus ngurus kartu Gakin dulu yang jalurnya mulai dari minta surat RT, Kelurahan, verifikasi data dari Puskesmas, pengesahan dari Dinas Kesehatan untuk rekomendasi perawatan, dsb.  Keburu mati bukan anak orang kalo begitu...

Jadilah habis waktu sepanjang siang-sore untuk kelilingan supaya si Ikin bisa cepet dirawat.  Sementara yang bersangkutan malah ribet ngerjain urusan orang lain.  Bener-bener menguras energi dan emosi dah...  Sudah gitu nggak ada jaminan itu kartu bakalan kelar dalam 1-2 hari ya *sigh*

Setelah kelar semuanya baru inget kalo janji ketemu temen yang ultah hari itu.  Jadilah terbirit-birit ke Blok M buat ketemu Mama Wikan.  Aeh mate busway penuh jaya.  Pokoknya nikmat banget deh sampe di Blok M Plaza rasanya kayak gempor-gempor gimanaaa gitu :)

Dalam keadaan agak-agak kenyang makan-makan mabuk-mabukan *ngayal babu* mulailah sayah melaksanakan ritual minum obat batuk/asma.  Sebuah kesalahan besar karena obat itu sangat kuat efek ngantuknya.  Walhasil sepanjang jalan pulang badan dan perasaan nggak enak banget campuran antara berat di kepala dan galau karena ngelewatin jalanan yang mungkin sudah puluhan kali dilewatin berdua sama si pacar.  Galau mellow jaya... semuanya numpuk jadi satu.

Dan begitu sampe rumah daripada makin menjadi-jadi nangis guling-guling akhirnya sayah minum obat batuk sekali lagi, supaya sekalian nggak sadar sampe pagi.  Sukses berats sodara-sodara... kagak pake mandi, langsung tepar di sofa depan TV sampe jam 4 pagi.

Bangun-bangun badan kaku karena itu sofa sebenernya kecil banget.  Dan barulah nemu miss calls dan sms dari si pacar yang ngasih tau kalo dia lagi ada di bawah nunggu dibukain pintu.  Sudah dari jam 9an malam lagi.  Jadi ternyata sayah bener-bener nggak sadar sepanjang malam, agak-agak semacam mati suri begitu.  Tapi untuk pertama kalinya selama beberapa minggu ini saya bisa tidur cepat dan nyenyak tanpa mimpi aneh-aneh yang bikin langang besokan paginya.  Damn it obat batuk!!!  Mungkin lain kali minum obat batuk ini perlu digalakkan untuk mengatasi insomnia kambuhan.

Labels: ,

Tuesday, January 10, 2012

pride

Rasanya semua sudah saya lakukan untuk berjuang dan mempertahankan.  Pada saat balasan yang saya dapatkan sungguh menempatkan saya hanya seperti angin lalu, saya disadarkan bahwa masih ada sisa harga diri yang harus dipertahankan.  

Tidak sudi lagi saya memohon dan berharap.  Cukup sudah.    

Labels: , ,

Thursday, September 29, 2011

On This Day

Ingatlah bahwa hari ini usia kita kembali berbeda, berarti aku harus kembali lebih menjaga sopan santun dan kepatuhan :))

Bon anniversaires mon pettite ami. I wish God grants what you need in life, not too much but just enough. If God wants us to come accross each other's life in this world, let's embrace it with no regrets.

Love,
Nana

Labels:

Sunday, September 04, 2011

Merenung

Pada saat saya disadarkan apa posisi saya di dalam hidup dia, saya tahu mana yang berhak saya lakukan dan mana yang tidak. Menyakitkan sekali rasanya ketika harus tetap merasa cemburu pada sesuatu yang tidak berhak saya cemburui. Siapa saya gitu loooh... Punya hak apa?

Labels: ,

Friday, July 08, 2011

Menunggu

Ini malam terakhir aku ada di kotamu. Dan aku melakukan hal yang sama seperti kebiasaan kita dulu. Aku duduk menyelesaikan pekerjaanku sambil menunggumu datang untuk kemudian kita pulang bersama. Selalu ada rasa yang tak bisa kujelaskan setiap aku menengok ke kiri dan melihat senyummu muncul dari arah pintu masuk.

Ini malam terakhirku, tapi aku masih ingin melakukan hal yang sama besok hari.

Hal-hal kecil kita, aku rindu..

Labels: ,

Wednesday, June 22, 2011

KOSONG

Pada saat-saat tertentu hati tidak bisa dibohongi, bahwa berada jauh darimu adalah sangat berat untuk dijalani. Mungkin aku tidak akan pernah bisa menjelaskan dengan baik bagaimana rasanya agar kamu mengerti.

Dan saat aku harus mengucapkan selamat tinggal, hati-hati di Jakarta, dan aku akan kembali, ada bagian dari diriku yang menjadi kosong. Ada banyak hal yang kemudian merisaukan dan membuat galau.

Ah..aku merindukanmu dengan sangat saat ini. Aku pasti akan kembali, tapi apakah kamu akan ada di sana jika saatnya tiba?

Labels: ,

Tuesday, June 14, 2011

For You, the Master of My Ship

I adore you who make my heart pounding faster
I adore you who make the world stops except for us approaching to each other

I adore you who make me laugh
I adore you who make me speak my mind

I adore you who make me brave
I adore you who make me feel this journey is bitter so I have to put more sweets

I adore you who make me wanting
I adore you who make me be like this

I love you, is never enough to be said to you :)

Labels: ,